Posted in Love love and love

Fireflies…..

Malam itu, kau ajak aku menelusuri jalan setapak sepanjang sawah dengan mengayuh sepeda kumbang tua.
Sepeda tua yang klasik dan antik.
Kamu bonceng aku sambil kamu bercerita mengenai kehidupanmu di desa ini.

Kamu merasa sangat bahagia bisa menghabiskan masa kecil kamu di desa ini bersama orang-orang yang mencintai dan menyayangimu.
Kamu ceritakan kisah itu berulang-ulang kepadaku.
Tapi aku senang mendengar cerita yang sama karena membuatku seolah-olah berada disana.

Malam ini, aku berada di sini, di desamu dan bersamamu.
Sambil melingkarkan erat tanganku dipinggangmu, aku rebahkan kepalaku di punggungmu.
Suaramu terdengar samar-samar seperti terbawa angin malam yang berhembus dengan lembut.
Lampu-lampu bersinar seperti bintang dari rumah-rumah penduduk yang jaraknya berjauhan.
Gesekkan dedaunan dan ranting pepohonan karena ditiup angin sungguh indah terdengar di telingaku.
Suasana desa yang sepi dan sesekali terdengar suara jangkrik membuatku merasa seakan duniaku didunia yang lain.
Aku menikmati perjalanan malam ini menyusuri sawah bersamamu.
Tenang, damai, syahdu dan nyaman…

Kamu hentikan sepeda, lalu dengan menggandeng tanganku, kita berjalan bersama menuju tempat yang dari kejauhan nampak berkilau kerlap kerlip.
Kamu hentikan langkahmu dan berkata,”Ini kunang-kunangnya.”

Ternyata yang nampak berkilauan kerlap kerlip itu adalah kunang-kunang yang terbang di atas padi yang mulai merunduk.
Kamu berusaha ambil satu kunang-kunang untukku, tapi tidak berhasil karena kunang-kunang itu terlalu lincah berterbangan dan berhamburan kesana kemari. Mungkin mereka merasa terganggu dengan kehadiran kami.

“Ohhh bagus banget kunang-kunangnya, baru kali ini aku bisa lihat kunang-kunang.”
Kamu terlihat senang mendengar apa yang aku ucapkan. Tambah semangat kamu ingin mengambil kunang-kunang itu untukku.
“Ngga usah diambil, biarin aja, aku mau lihat kunang-kunang itu terbang menyala kesana kemari.”

Hap berhasil kamu ambil 1 kunang-kunang berwarna merah,”Coba kamu pegang dan jangan dilepas yaa.”
Pelan-pelan ku ambil kunang-kunang merah dari genggaman tanganmu. Belum sampai ke genggaman tanganku, kunang-kunang itu lepas terbang bebas berkumpul dengan teman-temannnya,”Yahh kamu sih kenapa dilepas”.
“Yah biarin deh, kasian mau main kali dia sama temen-temennya”. Kamu tersenyum mendengar jawabanku lalu menggenggam tanganku erat.

Waktu seakan berhenti dan hanya ada aku dan kamu. Aku bahagia sekali bisa menikmati malam indah bersamamu dengan cara yang sangat sederhana.
Aku ingat malam itu, dan selalu akan aku ingat, karena aku tidak akan kembali lagi kesana…..

*story base on the beautiful fireflies hehehe

Posted in Plesiran - Travelling

Review : Uniqlo Ultra Light Down / T-shirt Heat Tech

Naik gunung lagi? Hehehe… sepertinya demikian.
Tapi berdasarkan pengalaman naik gunung Rinjani kemarin yang super dingin dan angin, kali ini saya ngga mau mengulang kesalahan yang sama. Udah agak pinteran dikit.

Mulai browsing kira2 jacket apa yang cucok di udara dingin macam di gunung.
Saya ngga mau bawa yang berat2, secara sini begeng, klu bawa barang banyak2 plus jaket tebel2 bisa susah hidup sayah diperjalanan.

Atas rekomendasi beberapa teman dan baca2, akhirnya saya memutuskan untuk membeli Jacket Uniqlo Ultra Light Down.
Harganya??? Hehehehe menguras isi dompet sihhh, cuma lagi2 daripada saya mati kedinginan ya dengan hati tercabik2 saya beli juga tu jacket #lebay.
Terus saya tertarik juga beli t-shirt daleman lengan panjang yang model/type HEAT TECH.

Judulnya heat tech, pastinya insyaAllah nyaman dong dipake di udara dingin. Awas aja kalau ngga. Harganya juga bikin nyengir.
Tapi lagi2 karena alesan takut mati kedinginan, saya beli juga deh.

Singkat cerita jeng jeng, mulailah saya mendaki gunung Semeru. Berhubung ini bulan Desember, konon katanya dingin banget, hujan dan badai (badai pasti berlalu *tsaahhh).

Mau membuktikan kehebatan tekhnolojih Jepang, saya pakai t-shirt heat tech, lalu saya double dengan kaos lagi bahan katun biasa lengan panjang dan jacket Uniqlo Ultra Light Down. Tidak lupa topi kupluk untuk melindungi kuping dari hembusan angin dan sarung tangan berbahan wol.

Awalnya badan saya masih terasa dingin, tapi ngga berapa lama berjalan, heat tech dan jacket sepertinya mulai bekerja menyesuaikan suhu tubuh dan dinginnya udara malam itu.
Semakin jauh saya berjalan, apalagi jalannya pakai acara nanjak sana sini, semakin hangat saya rasakan.

Melewati batas gravitasi saya mulai kuatir, apakah jacket ini mampu menghalau angin dan membuat saya lebih hangat?
Karena setelah kami melewati gravitasi ini (perbatasan hutan dan pasir gunung Semeru) sudah tidak ada lagi pohon sama sekali.
Adanya hanya pasir pasir pasir dan batu kerikil.

Saya lanjutkan perjalanan, ternyata eh ternyata jacketnya makin oke dipake. Alhamdulillah saya ngga begitu merasa kedinginan. Dingin sih tetep dingin tapi ngga menggigit macam di Rinjani. Sejuk lah.
Angin kencang juga tidak terlalu tembus ke dalam kulit karena terhalang jacket.

Terima kasih ya Allah akhirnya sayah sampai juga di puncak Mahameru tanpa kedinginan akut, jacketnya sesuai dengan harapan. Harga emang jarang bohongnya.
Jacket Uniqlo Ultral Light Down dan t-shirt Heat Tech telah melindungi sayah dari dinginnya malam Semeru.

img_4334

uni1

Dan saya rekomen deh untuk teman-teman yang ingin mlaku-mlaku di udara dingin. Silahkan beli Jacket Uniqlo Ultra Light Down dan t-shirt Heat Tech.
Merem aja bayarnya di kasir. Yang penting kita nyaman terlindungi juga bebas bergerak karena bahannya ringan banget.
Saking ringannya bisa dilipet2 dan praktis masuk kantong, bisa di selip2in di celah2 carrier tidak menghabiskan tempat sama sekali. Modelnya juga keren, tersedia dengan berbagai warna (sesuai selera). Benar2 jacket yang simple chic (menurut saya loh).

uni2

ultra

Jacket Uniqlo Ultra Light Down juga dapat menahan suhu sampai 0 derajat. Tahan air juga. Ngga cepet kotor, mudah dibersihkan dan tetap wangi (karena saya kasih parfume hehehe).

uni3

Oh ya satu lagi, t-shirt bahan heat tech sangat menyerap keringat. Bukannya apa2, saya pakai itu kaos tiga hari tetap wangi semerbak ngga ada bau apa2 apalagi bau ketek.
Yang tertinggal hanya wangi pelembut pakaian saya *tsaaahhh iklaannn….

heat-tech

Sekian ulasan Jacket dan t-shirt ajaib versi sayah.

*Maap bukan iklan ya, hanya sharing.. karena sudah terbukti…

*pricantersiana*

Posted in Plesiran - Travelling

Rinjani, You’ve Capture My Heart (The first and the last?) part 2

Kira-kira sekitar jam 12 malam, kami dibangunkan oleh team diminta bersiap-siap untuk summit attact ke puncak Rinjani.
Badan masih berat banget karena capeknya belum hilang. Tapi kapan lagi kesempatan saya untuk bisa summit ke puncak Rinjani.
Setengah males setengah semangat, saya dan Adam mempersiapkan keperluan summit. Cukup 1 ransel kecil untuk kebutuhan kita berdua.
Geiter, headlamp, jaket, topi kupluk, kacamata item (tsaah), tracking pole, sarung tangan, makanan kecil, air minum dan obat2an seperlunya sudah masuk ransel.

Setelah briefing dikasih pengarahan abcd dan berdoa kami bersiap menuju puncak Rinjani.
Ternyata my partner in crime alias Ayu, mba Ochi dan mba Santi ngga ikut summit. Sedih dan ada keinginan untuk batal ikut, cuma saya pikir-pikir ngapain capek-capek ke Rinjani ngga summit…hehehe
Sebelum saya berangkat, mas Kukuh sempat memberikan semangat ke saya sambil bilang,”Mba bisa sampai puncak”. Saya manggut-manggut ga jelas hehehe…

Bismillah kami memulai perjalanan malam yang supeerrrr dingiiinn. Hembusan angin gunung malam itu terasa sampai ke tulang. Bayangan kasur empuk dan selimut menari-nari di kepala hehehe… Lagi-lagi kepikiran,”Hadduuhh ngapain siiih gue ke Rinjani, mau-maunya capek-capek begini”. Tapi sudah keterlanjuran, sekalian aja kecebur.

Jalan di pasir ternyata susahnya minta ampun, 3 langkah saya berjalan 2 langkah saya mundur. Begituuuu terusss. Stress rasanya. Semakin malam semakin dingin dan angin semakin kuat hembusannya.
Saya males tengok kiri kanan. Saya hanya terpaku konsentrasi memperhatikan jalan didepan saya. Adam, Coki, Hanafi berjalan tidak jauh dari saya. Langkah saya ngga tentu arah, kadang terlalu ke kiri, kadang terlalu ke kanan. Coki minta saya untuk konsentrasi memperhatikan jalan didepan saya, dan posisi headlamp jangan terlalu ke atas supaya sinarnya pas menerangi jalan di depan saya. Beberapa kali saya minta Coki untuk berhenti, istirahat. Sarung tangan kayaknya sudah ngga mampu menahan dinginnya angin dan udara malam itu.

Hanafi as usual dengan sotoynya bilang,”Santai aja, sebentar lagi sampai kok, tuh udah keliatan puncaknya”. Udah gilak kali ya ni anak. Kali deh malem-malem buta puncak Rinjani sudah keliatan. Sungguh menghibur di saat yang ngga tepat hahaha. Adam ngga banyak komen, paling sesekali bilang,”Capek ya mama, istirahat aja dulu”. Good boy.

Tapi Coki dan Hanafi tidak menyarankan untuk istirahat lama-lama, cukup paling lama 5 menit dan istirahatnya pun lebih baik dalam posisi berdiri atau setengah membungkuk. Karena kalau kita kebanyakan istirahat sambil duduk dan lebih dari 5 menit, maka badan akan cepat nge-drop. Kalau kita mulai berdiri dan jalan lagi, maka capeknya bisa dua kali lipat.
Saat itu saya ngga peduli apa yang dikatakan mereka, yang penting saya mau duduk kalau perlu tiduran. Tapi karena saya sedikit-sedikit berhenti lalu duduk lalu jalan lalu duduk jalan lagi, lama-lama jadi berasa, bener juga kalau saya kelamaan duduk, rasa lelahnya malah berkali-kali lipat. Akhirnya dengan setengah hati yang pilu saya mengikuti saran dua anak itu hehehe.

Ngga berapa lama, Jebir datang, dia menyusul kita. Akhirnya kita jalan sama-sama. Maria, Okta sudah jauh di depan. Peserta lainnya jauh dibelakang.

Kira-kira sekitar jam 3 pagi, saya merasa sudah ngga sanggup melanjutkan perjalanan ke puncak Rinjani. Tiba-tiba saya merasakan sesak napas, kayak orang kekurangan oksigen. Saya merasa putus asa banget karena semakin saya berjalan semakin terasa jauh puncaknya. Saya mulai merasa mental saya drop ditambah ternyata jaket saya tidak cukup hangat menahan dingin dan kencangnya angin gunung.

Rupanya Coki sadar dengan keadaan saya yang mulai ngga beres. Akhirnya Coki menawarkan jaketnya supaya saya pakai. Awalnya saya menolak abis-abisan karena ngga tega lihat Coki ngga pakai jaket. Tapi Coki meyakinkan saya untuk pakai jaketnya daripada saya mati kedinginan *tssaahhh lebaiii.. Ini sungguh moment yang membuat saya terharu biru. Coki ikhlas lepasin jaketnya buat saya dan dia cuma pakai kaos dan sarung doang, oh em jiiii…

Coki membantu saya untuk memakai jaket. Lalu dia juga minta saya untuk buka sepatu karena kerikil dan batu-batu kecil pada masuk ke dalam sepatu saya. Dia membantu membersihkan, membenarkan posisi geiter yang sudah acak adul bentuknya karena jalan di pasir.
Saya sudah ngga mampu komentar, rasanya pengen balik badan kembali ke tenda. Cuma ngga mungkin banget karena ini sudah setengah lebih perjalanan.

Akhirnya saya meneruskan perjalanan lagi menuju puncak Rinjani. Adam beberapa kali dorong saya dari belakang karena saya sudah mulai males jalan. Jebir sepanjang perjalanan ngelawak, begitu juga Coki. Coki cerita macem-macem untuk membuat saya lupa sejenak akan rasa capek dan dingin. Hanafi, Coki berkali-kali bilang jangan sampai mentalnya drop karena kalau sudah ngga kuat mental, otomatis kondisi tubuh ikutan nge-drop. Lebih baik capek fisik aja daripada capek mental. Haduuhh bawel banget ya dua orang ini hehehe…

Tiba-tiba saya keringet dingin dan sesak napas lagi. Kali ini saya benar-benar merasa ngga mampu untuk meneruskan perjalanan. Saya minta berhenti, sambil bilang,”Cok, si Hanafi bawa oksigen kan?” Melihat muka saya yang sudah ngga keru-keruan akhirnya Coki nanya,”Mba mau terus naik atau turun?” Berkali-kali dia nanya tapi ngga saya jawab. Saya cuma diam mematung. Coki mengulang lagi pertanyaannya,”Mba, mau diterusin atau turun, sayang tapi kalau turun, tuh sebentar lagi sampai”. Karena ngga tau mau jawab apa, saya hanya menggelengkan kepala sambil bilang,”Ngga tau Cok”. Dan ngga terasa tiba-tiba mata jadi panas dan air mata sudah siap keluar. AKhirnya saya coba narik napas dalam-dalam. Inhale exhale. Saya coba menahan supaya air mata ngga beneran netes, tengsin kan diliatin Coki.

Sementara Hanafi dan Jebir sudah berada jauh di depan, nyusul Okta dan Maria yang sudah lebih dulu. Cepat banget deh Okta, Maria jalannya. Coki kasih semangat lagi, sayang kalau sudah jalan sejauh ini ngga diselesaiin. Puncak Anjani udah didepan mata. Matahari juga sejam dua jam lagi muncul. Kata Coki pemandangannya bagus, nanti mba lupa deh sama capeknya. Saya masih diam belum mau bergerak. Akhirnya tanpa basa basi Coki tarik tangan saya dan saya digeret. Saya sudah ngga bisa mikir lagi, hanya bisa nurut digeret Coki. Pasrah deh mau digeret sampai mana.
Itu anak tenaganya kuat amat yak, cuma pakai sarung dan kaos tapi tidak menunjukkan tanda-tanda kedinginan atau kecapekkan akut. Malah cengar cengir memamerkan giginya yang gede-gede hahaha.

Akhirnya saya bilang ke Coki,”Coki, lo sama Adam mendingan lari sekitar 7-8 meter depan gue, nanti gue susul. Anggep aja gue ngejar kalian berdua bukan ngejar summit ke Rinjani”. Jadi saya rubah mind set saya, bukan summit Rinjani tapi gimana caranya bisa sampai ke tempat Coki dan Adam.

Coki dan Adam jalan lebih cepat dan kira-kira sudah jauh dari saya, mereka duduk di pasir menunggu saya. Saya berusaha berjalan menuju mereka. Begitu seterusnya. Target saya adalah nyamperin Adam dan Coki.

Seperempat jalan lagi menuju puncak Rinjani, kira-kira jam 5 subuh, saya ketemu lagi sama Jebir dan Hanafi. Ternyata mereka lagi santai-santai. Kita istirahat lagi sambil menunggu sunrise. Ngga berapa lama sunrise muncul dari balik gunung. Saya takjub dan bahagia banget lihat pemandangan yang luar biasa ini.

img_6598

img_6596

Bener kata Coki, lihat betapa indahnya sunrise di Rinjani membuat lupa segalanya. Coki ketawa-ketawa sambil bilang,”Nahhh kan kalau udah foto-foto lupaa deh tadi nangis”. Saya males nanggep hahahaha. Yang penting saya harus mengabadikan moment langka ini di kamera. Kita foto sama-sama.

img_8126 Hanafi, Coki (sarung berkibar-kibar)…

img_6644 Coki ngga ada matinya, sarungan doang…

img_6645 Jebir, Adam – kedinginan akut…

Belum puas rasanya mengagumi sunrise, Coki sudah ajak jalan lagi. Takut kesiangan sampai puncak. Akhirnya kita melanjutkan perjalanan. Jebir dan Hanafi jalan lebih dulu. Saya,Coki dan Adam jalan dibelakang mereka. Adam harus sabar-sabar nemenin ibunya secara saya jalannya lelet banget. Sudah capek ngga kira-kira plus laper berat.

img_6611 Tracking summit Rinjani, bisa bayangin kan..Mba Lies lagi berusaha hehe..

Sedikit demi sedikit tapi dengan langkah pasti kita menuju puncak Rinjani. Dengan semakin tingginya matahari, puncak Rinjani makin lama makin terlihat jelas. Rasanya dekat tapi jauh, so near yet so far hehehe…
Sesuai arahan para pakar, saya pelan-pelan mulai memasuki lorong-lorong bebatuan menanjak menuju puncak Rinjani. Saya berjalan dengan meraba-raba dinding bebatuan sebagai tumpuan.

img_7901 Dinding bebatuan, hampir menuju puncak…

img_8202

Pendaki-pendaki lain ada yang mulai turun, dan saya sempat bertemu Fatah yang lagi duduk beristirahat. Rupanya Fatah, Okta dan Maria sudah lebih dulu sampai puncak Rinjani. Saat itu jam menunjukkan pukul setengah 7 lewat hampir jam 7 sih.

Saya segera meneruskan pendakian saya *tsaahhhhh. Rasanya ngga sabar ingin segera sampai ke puncak. Dengan sedikit tergesa-gesa saya berjalan.

Hap hap hap…Finally saya sampai di puncak Rinjani – Anjani. Teman-teman lain menyambut kita dengan senyum sumringah dan kami saling bersalaman dan mengucapkan selamat. Rasa senang bahagia terharu bangga campur aduk jadi satu. Perjuangan melelahkan semalaman terbayar sudah.

Dalam seumur hidup saya, baru kali ini saya berada di puncak gunung. Ini yaaa rasanya. Pantes para pendaki rata-rata ketagihan berada di puncak gunung yang satu dan mau ke puncak gunung yang lain…ckckckc…

img_7982

Jebir minta saya pose bersama Adam, heheheh untung ada Jebir yang ingetin. Jadilah kami pose berdua Ibu dan Anak. Ngga sangka bisa pose bareng anak di atas gunung dengan perjuangan yang bikin baper sangat. Alhamdulillah..

img_6667 My travel mate – Adam…

img_8253 Coki…

img_8234 Ki-ka : Pita, Tutay, Okta, Lies, Saya, Maria, Echa

img_8231

Saya tidak dapat menuliskan kata-kata yang tepat untuk menggambarkan betapa bagusnya pemandangan dari atas puncak Anjani. Sejauh mata memandang yang terlihat adalah pemandangan yang luar biasa indahnya. Danau Segara Anak begitu tenang berwarna hijau kebiruan. Awan putih berarak-arak seperti lukisan. Matahari yang semakin tinggi menambah hangat puncak Anjani pagi itu dan memperjelas pemandangan disekitarnya. Rasanya ngga puas-puasnya untuk mengabadikan semua yang terlihat di depan mata ke dalam kamera.

img_6720

img_9983

Ya pagi itu just camera speaking. Rinjani, you’ve capture my heart….The first mountain that I feel in love with nice, lovely and helpful new friends, but not the last one that I’m going to climb…

img_6698

July 31, 2016 – 06. 57 am – I’m here on the top of Rinjani, It was highest achievement.
All this wonderful experiences, will be forever in my heart, whether it is ups and downs.

img_6766

With my sincere heart I would to say thanks to….

Mas Kukuh , yang sudah berhasil merayu saya sampai mau ikut perjalanan ke Rinjani – Lombok.
Adam,, My son my travel mate yang selalu ada dekat saya dan menemani perjalanan ini, Kita saling support dan hubungan kita semakin dekat dan akrab. I Love You , Son.
Ayu, mba Ochi dan mba Santi, Kalau ngga ada kalian perjalanan ke Rinjani Lombok sungguh garing, ngga seru dan kurang berwarna. You are my travel partner.
Coki
, Teman baru seperjalanan yang setia dan sabar mendampingi saya dengan segala kebawelan saya.
Hanafi, Selalu menghibur dengan ‘php’ nya tapi membuat saya lupa akan betapa jauhnya perjalanan kami. Cuma 5 menit kok, sebentar lagi juga sampai ya Han…
Jebir
, Makasih banyolan dan lawakannya, membuat perjalanan jadi menyenangkan.
And the last, many thanks for Kutu Gunung team, You are the best team (walaupun masih banyak kekurangan sih hihihi…)

img_8359 Ki-ka/Belakang : Coki, Saya, Jebir,Porter,Hanafi,Porter,Adam, Aep

img_6852 Ki-ka:Mas Kukuh,Adam,Saya,mba Ochi,Ayu,Maria,Mba Dinari,Echa

img_6862 Ki-ka : Ayu, mba Ochi, Saya, mba Santi…

It’s amazing travelling with you guys….

Posted in Plesiran - Travelling

Beautiful Savana, Rinjani (The First and The Last?) part 1

Rinjani, tidak pernah terlintas sedikitpun di benak saya untuk memasukkan Rinjani di list jalan-jalan saya.
Membayangkan hiking/naik gunung ke Rinjani juga tidak pernah terpikirkan.
Sering sih baca blog-blog atau liat foto-foto orang di Rinjani, tapi tetap bukan cita-cita saya untuk plesiran ke Rinjani.

Ntah lagi kesambet apa tiba-tiba dikasih tawaran trip ke Rinjani sama teman lawas, Mas Kukuh.
Akhirnya singkat cerita saya mau deh ke Rinjani bersama anak saya (Adam) dan 3 partner in crime (Ayu, mba Ochi, mba Santi).

Persiapan khusus ngga ada, tapi saya mulai rajin membaca blog orang-orang. Ingin tahu bagaimana suasana, kondisi dan cara mereka sampai ke puncak Rinjani – Anjani dan kira-kira harus membawa barang apa saja. Oh ya, kata mas Kukuh, puncak Rinjani namanya Anjani. Bagus yaa…
Dan sayapun mulai sering bertanya ke mas Kukuh semua hal-hal yang berhubungan dengan Rinjani.

Bisa dibilang ini adalah perjalanan perdana saya naik gunung. The first Time.
Tapi di blog ini saya tidak mau membahas atau cerita rute-rute yang kita lalui.
Itu semua pasti sudah banyak ditulis di blog para pendaki dan saya susah mengingat rute jadi kalau mau baca pos-pos atau rute mana sampai di puncak Rinjani, cari blog yang lain aja yaa..

Saya ingin berbagi cerita tentang perasaan dan pengalaman pertama saya naik gunung bersama orang-orang yang selalu ada buat saya selama diperjalanan menuju puncak Rinjani-Anjani.

Singkat cerita akhirnya kita sampai di Selong, base camp SAR NTT untuk persiapan berangkat menuju Rinjani. Total peserta dengan porter mungkin sekitar 27 orang ya. Saya juga ngga ngitung sih, yang jelas banyaaakkkk…hehehe.

Sekitar jam 6-an, kita sampai di Bawa Nau. Bawa Nau adalah pos paling pertama alias start awal para pendaki menuju Rinjani. Di Bawa nau kita istirahat, sholat maghrib, makan malam dan persiapan terakhir untuk memulai perjalanan yang sesungguhnya.

Yap akhirnya perjalanan dimulai. Menembus gelapnya malam melalui hutan, padang savana di malam hari yang bertaburan bintang-bintang dilangit yang luas dan bersih tanpa terhalang apapun. Sungguh pemandangan luar biasa yang susah ditulis dengan kata-kata. Perjalanan perdana ini saya rekam didalam hati saya. Dikunci klik…hehehe

Finally, kita sampai di pos 2 Tengengean artinya “tempat ngupil” karena pada umumnya pendaki mulai ngupil akibat debu di pos 2 (kata mas Kukuh loh).
Kita istirahat di pos 2 mendirikan tenda dan bermalam di situ.
Malam pertama di padang savana Rinjani, lumayan dingin dan mencoba tidur dengan nyenyak. Walaupun ngga bisa banget tidur, ada aja gangguan. Yang pasti kedinginan iya, belum lagi Ayu minta temenin pipis di malam buta, lalu ada runner yang nanya rute balik, eyymm itu kira-kira jam 2 malem apa ya (lupa). Gilaak juga nih runner malem-malem lari-larian di padang savana ckckckck…. Akhirnya bisa tidur juga zzzzzzzz….

Bangun tidur disuguhi pemandangan savana yang luar biasaaaaa…..Ngga sabar saya keluar tenda dan mengabadikan di camera hanphone saya. Ngga bawa camera serius soale.

img_6517

img_9659

img_7712

Pagi itu untuk melemaskan otot-otot yang kaku, kita beryoga ria. Streching…ahhhh enaknyaaa….
Udaranya bersih, segar dan pasti dingin bbrrrrrr… Ngga akan nemuin udara bersih kayak gini di Jakarta hehehe…

img_8416

img_6531

img_6536

img_8418

img_7950

Kira-kira jam 9, kita bersiap-siap menuju Palawangan. Jreng jreng perjalanan panjang yang melelahkan dimulai. Jujur saat itu saya hanya mengikuti kemana kaki melangkah tanpa memikirkan jalan yang akan dilalui seperti apa.
Cuaca hari itu cerah, udara bersih sekali. Selama perjalanan kita berpapasan dengan para runner yang mengikuti event Rinjani Tracking. Kebanyakan warga asing dan cakep-cakep pulak…segeerrr. Ohh rupayanya yang tadi malam itu salah satu dari mereka. Gileeeee kuat banget yaa lari tracking Rinjani. WOW!!

img_6545

img_6539

Perjalanan yang melelahkan ini sangat mengesankan buat saya, karena Adam, Coki, Hanafi dan Maria hampir selalu berjalan bersama saya. Walaupun kita berjalan kadang berjarak beberapa meter, tapi at the end kita jalan bersama lagi, saling bantu dan saling memberi support dikala yang satu kecapekkan. Ayu, mba Ochi, mba Santi udah ngga tau deh jalannya sampai mana dan sama siapa. Kita sudah terpisah-pisah.

img_6890

Saya sempet stress, karena saya merasa sudah jauh berjalan, nanjak pulak, tapi tanda-tanda sampai ke Palawangan belum ada. Hanafi ngga berhenti kasih semangat sambil bilang,”Udah deket tuh, 5 menit lagi sampai, itu udah keliatan dari sini”. Keliatan dari sini nenek lo, ini puncak Rinjani deket tapi jauh. Setelah saya selidiki ternyata Hanafi belum pernah ke Rinjani, cuma dia sok tau ajah hahaha.. Mungkin dia lelah setiap 5 menit sekali saya tanya dengan pertanyaan yang sama,”Masih jauh ga?” Jadi dia jawab asal2an. Coki selama perjalanan ngupas nanas dan memberikan ke kita-kita. Makin siang makin panas dan melelahkan lahir batin. Laper ngga ketahanan. Coklat snickers, fit bar, regal, kurma sudah habis dilahap. Persediaan air juga mulai berkurang, tapi Palawangan masih ntah dimana.

img_6925

img_6892

img_6579

Ditengah perjalanan yang curam menanjak, saya papasan dengan Fera yang lagi tengak tengok kiri kanan. Saya tegur Fera sambil nanya kemana teman-teman yang lain. Rupanya Fera ketinggalan rombongan. Akhirnya saya, Fera, Adam, Hanafi, Coki jalan sama-sama.

Untuk melupakan rasa lelah kita saling bercerita. Dari awalnya pertanyaan basa basi sampai akhirnya kita saling menceritakan diri masing-masing. Suasana jadi semakin akrab dan kita jadi saling mengenal satu sama lain. Untuk menghilangkan rasa capek, sambil beristirahat saya foto bunga Edelweiss yang masih kuncup. Sungguh kontras dengan birunya langit siang itu.

img_6570

img_8412

Menjelang sore dan hampir matahari terbenam akhirnya akhirnya akhirnya kita sampai di Palawangan. Terima kasih Tuhan. Bisa jalan di tanah landai ngga nanjak terus hehehe…
Kaki sudah ngga bisa diajak kompromi, pegel banget, badan sakit semua manggul carrier, muka cemong-cemong karena belepotan tanah dan pasir, perut makin keroncongan minta diisi.

Tenda mana tendaaaa…aarrghhh ternyata tenda masih di ujung berung, kudu jalan lagi dehh sampai tenda. Sambil jalan menuju tenda, mata disuguhi hidangan makan malam yang enak-enak oleh porter pendaki bule yang lagi santai-santai di tendanya.
Kira-kira makan malam kita sama persis ngga ya sama makan malam para pendaki bule itu? hehehehehe….

Malam pertama di Palawangan… fokusnya adalah tidur supaya bisa bangun nanti malam untuk melanjutkan perjalanan summit attact ke puncak Rinjani.

Berlanjut ke part 2.

-Rinjani Amazing Experience-

Posted in Plesiran - Travelling

Tetap Fresh di Puncak Gunung – Peralatan/Perlengkapan Pendaki (Wanita)

Walaupun judulnya naik gunung, untuk urusan penampilan saya tetap ingin terlihat fresh walaupun rasanya pasti muka sudah cemong-cemong.
Tapi paling tidak pas di foto ngga kucel-kucel atau item-item amat gitu. Kan jadi yang lihat fotonya ikutan seneng, terus pengen naik gunung juga dehhh…hehehe.

Ibarat kata Kate Middleton, doi aja bawa hair stylish pas hiking ke Himalaya, makanya rambutnya tetap indah berkibar walaupun di atas gunung himalaya, yaaa boleh dong saya juga mengikuti jejak mba Kate untuk tampil ciamik di atas gunung. Apalagi kita belum tentu dua kali kembali ke puncak gunung yang sama kan…

Untuk persiapan pribadi yang related with beauty, saya memang agak ribet tapi sekali lagi demi hasil foto yang bagus ga apa-apa dong agak bcc dikit (banyak cincong).
Sebelum berbagi atribut perlengkapan saya ke gunung, saya akan berbagi peralatan/perlengkapan standard yang wajib dibawa oleh para pendaki.

Peralatan wajib untuk pendaki pada umumnya :
(Bagian ini kayaknya anak gunung sejati bisa nambahin deh… Sayah pan masih abal-abal hehehe….)

1. Tenda (bagi yang punya, saya sih ga punya, kan hiking-nya ikutan komunitas gitu, jadi disediakan dong hehehe).
2. Carrier. Untuk perempuan biasanya ukuran 36 – 40 sudah cukup ya, tidak terlalu besar dan pas di punggung.
3. Headlamp beserta baterai cadangannya.
4. Geiter (untuk penghalau pasir, penting pada saat Summit).
5. Tracking Pole. Membantu banget selama perjalanan, supaya balance badannya, karena biasanya kalau sudah kecapekan badan suka oleng kanan kiri (pengalaman pribadi hehe).
6. Sarung tangan 1-2 pasang.
7. Kaos kaki 2 pasang.
8. Peralatan makan/minum/termos/sendok.
9. Buff atau slayer.
10.Masker (kalau sudah ada buff atau slayer , masker tidak perlu tidak apa-apa).
11.Kacamata hitam.
12.Matras.
13.Sleeping bag.
14.Raincoat.
15.Jacket yang hangat.
16.Kupluk / Topi.
17.Sendal gunung.
18.Plastik besar, sedang, kecil untuk sampah, masing-masing 3 cukup.
19.Dry bag (kalau punya). Gunanya kalau tiba-tiba hujan untuk menyimpan barang-barang seperti hp dll
20.Sekop kecil untuk gali tanah (dipergunakan saat perut mules ingin buang hajat hehehe).
21.Tas day pack yang ukuran sedang/kecil untuk summit, tidak mungkin kan bawa carrier ke puncak gunung. Day pack-nya untuk membawa makanan ringan, minuman, obat-obatan pribadi dan barang-barang lain sesuai kebutuhan kalian.

Peralatan pribadi saya, bisa dijadikan pertimbangan.

1.Sepatu hiking. Penting banget, carilah sepatu yang nyaman dan kuat dipakai jalan. Karena jalannya bakal jauuhhhh banget. Kalau bisa yang alasnya bergerigi.

2.Kaos berbahan drifit 3 buah. Kenapa drifit karena cepat menyerap keringat tapi cepat kering juga.
3.Celana cargo 1.
4.Celana tidur yang sekalian bisa jadi celana cadangan 1.

5.Jilbab (untuk yang berhijab) yang berwarna cerah atau disesuaikan dengan warna baju drifit, supaya cakep difoto (di matching-in). fyi, saya tidak terlalu suka jilbab warna hitam, kesannya kusam, jadi saya lebih suka pakai kerudung berwarna.

6.Sunblock (wajib). Untuk sunblock saya bawa yang SPF nya agak tinggi. Ada beberapa rekomendasi untuk sunblock.
Saya kemarin pakai Skin Aqua (gambar terlampir) dan Parasol (dibawa aja bakal cadangan).

sunblock

7.Lotion buat badan yang mengandung SPF, saya bawa Vaseline.

8.Vaseline petroleum gel (pindahin ke wadah yang agak sedang). Gunanya untuk kulit/bibir kering.

vaseline

9.Dewi bulan spray. Belinya di blok m toko obat (gambar terlampir). Khasiatnya mantep, buat pegel2 karena habis jalan kan berkilo2 meter #lebay
Kalau tidak mau bawa dewi bulan juga tidak apa2. Bawa saja krim gosok yang panas aja.

dewi-bulan-spray

10.Tissue. Kemarin tanpa sengaja saya bawa 5 tissue yang berbeda fungsinya…ckckckck:
a.Tissue khusus wajah (ada di indomaret/alfa).
b.Tissue basah mitu atau sejenisnya.
c.Tissue khusus kewanitaan (karena tidak ada air kan untuk bersih2).
d.Tissue khusus badan (ada di indomaret/alfa)
e.Tissue kering – et dah banyaakkk…. Biarlah yang penting nyaman.
Yang ini ngga usah diikutin, soale udah keterlanjuran bawa yah akhirnya dipake semua hehehehe. Catet loh, tanpa sengaja.

11.Obat-obatan pribadi – sesuai penyakit masing-masing. Info saja, Antangin wajib dibawa ya, karena biasanya sebelum memulai perjalanan hiking , kita minum antangin dulu, yaahh supaya anginnya terhalau hehehe

12.Panty liners/pembalut. Untuk yang sedang haid pastinya wajib ya membawa pembalut. Tapi untuk yang tidak, cukup panty liners saja.

13.Sikat gigi tanpa odol. Eyymm kalau ini tergantung, kalau mau gosok gigi dengan odol jangan buang limbahnya di sungai. Buang limbahnya ditanah dan lebih baik bawa odol kecil saja.

14.Cemilan. Saya bawa Snickers, Kurma (rekomendasi), soy joy, fitbar, permen, vitamin C hisap sebangsa vitacimin, regal, crackers. Makan secukupnya yang penting bergizi dan dapat menambah tenaga.
Oh ya kenapa Snickers? Konon katanya kandungan snickers cepat mengembalikan kondisi tubuh yang lemas. Sifatnya mengenyangkan jadi kita ada simpanan tenaga karbohidrat dan gula.
Kalau kurma? Ya pasti tau ya manfaatnya banyak banget.
Soyjoy dan fitbar juga sama, karena mereka snack gandum yang dapat mengatasi lapar.

15.Peralatan kecantikan sayah, yaituuu….. eng ing engggg….tralaaaa….
a.Eyeliner warna coklat/hijau tua (wow), biar matanya ga keliatan lelah pas di foto.
b.Lip balm atau cukup pakai Vaseline petroleum gel.
c.Lipstik warna cerah 1 saja. Kalau saya bawa yang warna pink agak kecoklatan (matte), jadi ngga perlu bolak balik poles bibir.
d.Kaca kecil.
e.Sisir.
f.Bedak tabur untuk muka.
g.Bedak tabur untuk badan, saya biasa pakai Herocyn. Dijamin menyerap keringat dan tidak bau badan.
h.Body spray. Pindahkan ke wadah kecil supaya bisa diselipin.
i.Sabun cair. Pindahkan ke wadah kecil, tapi ngga urgent juga karena ada tissue basah kan. Tergantung kebutuhan masing-masing.
j.Pelembab wajah. Selain pakai sunblock, pelembab wajah juga perlu menurut saya. Kalau saya pakai pelembab wajah setelah memakai sunblock tapi terserah kalian aja.
Nahhh biasa aja kaann peralatan kecantikannya, umum aja kok :p

16.Power bank wajib.

17.Camera (kalau ada). Waktu itu saya mengandalkan camera hanphone aja sih.
18.Tas pinggang (perlu tidaknya disesuaikan dengan kebutuhan. Kalau saya sih bawa untuk simpan hanphone dan barang-barang kecil yang penting).

Phew… banyak ya bawannya. Tapi dari pada susah diatas gunung lebih baik dibawa saja sesuai kebutuhan masing-masing, lagipula ngga ada indomaret, jadi kalau kurang ini itu mau beli dimana hehehe…..

Eymmm kalau kira-kira masih ada yang kurang boleh deh ditambahin sendiri. Yang jelas kalau saya bawa barang-barang seperti tadi diatas. Malah saya juga bawa kering tempe dan kentang untuk tambahan lauk di sana. Sekali lagi, kalau kebutuhan pribadi disesuaikan aja dengan kondisi masing-masing…Okay semoga dapat membantu yaa…

img_6547

img_6744

prican – here there and everwhere

Posted in Curcol IRT

Keeping all to yourself…

Sometimes you cannot trust others
Trust your own heart

Sometimes you cannot rely on others
Rely on yourself

Sometimes you don’t have to tell your problems to others
Keep them to yourself, try to find the solution with troubling other people

Sometimes you don’t need to share your sadness to others
And should never depend on others to make you happy
Keep them to yourself and believe happines will come at the right time

Sometimes they care only about talking about your life, and judge you only from the outside
Without offering a solution, without sincerely offering you a favor

Because you cannot control others, you can’t make them stop talking about you
So it is better not to share anything with them
People don’t know what you’ve experinced in life, they don’t understand how you feel

Keeping all of those to yourself, share only your happiness and pain to God, that is the best way to walk through this life
You won’t have to rely on anyone else but God, who will never misguide your, nor mislead you
Because it is God – and not you or anyone else – who knows what’s best for you in your life…

let-it-go2

prican – here there and everywhere

Posted in Love love and love

Bukan Pembuktian Cinta Roro Jonggrang

Kadang2 untuk membuktikan cinta kita ke orang yang kita cintai ga sulit kok.
Sekarang bukan jamannya Roro Jonggrang atau Dayang Sumbi, yang minta macem-macem untuk membuktikan Cinta.

“Kalau kamu cinta sama saya, beliin saya emas berlian dong, kalau kamu cinta sama saya beliin saya rumah mobil tiket jalan2 ke Eropa dong, kalau kamu cinta sama saya coba kamu sebrangi lautan, dan gunung kamu daki,” dan masih banyak hal-hal lainnya yang aneh-aneh permintaannya.

Menurut saya, justru kalau kita cinta dengan seseorang, dalam hal ini pasangan, kita tidak perlu harus sampai meminta dan diminta pembuktian cintanya.
Otomatis pasti kita akan selalu memberikan hal-hal terbaik untuk pasangan yang kita cintai. Memberi, memberi dan memberi dengan hati ikhlas dan tulus tanpa pamrih atau meminta kembali…macam lagu kasih ibu ya jadinya hehehe…

Tidak perlu harus minta emas berlian, rumah, mobil, tiket plesiran atau lain-lain, insya Allah pasangan kita pasti akan membuktikan cintanya dengan memberikan apa yang kita inginkan dan butuhkan tanpa kita minta dan tentunya kalau pas lagi ada uangnya :p
Apalagi sampai minta untuk menyebrangi lautan atau mendaki gunung segala, hadduuuhhh capeeekkk dehh…nyusah2in diri sendiri aja.

Karena menurut saya, pembuktian cinta justru dapat kita rasakan dengan hati, dan kita lakukan dengan cara memberikan kedamaian, kenyamanan, keamanan, kasih sayang yang tulus ikhlas tanpa pamrih dan yang penting jangan sampai berkorban mati-matian demi cinta.

Berkoban mati-matian demi cinta bisa berakibat fatal. Kalau kita sudah mati-matian berkorban atas dasar cinta, ehhh ga taunya orang yang kita bela-belain mati-matian itu menyakiti kita, apa ga terpuruk tuhhh. Macam Bandung Bondowoso atau Sangkuriang, sudah capek-capek membuktikan cinta ehhh at the end di rijek ajah. Trejik kan.
Lagian tidak perlulah mengikuti jejak Jeng Roro dan Teh Sumbi, minta ini itu. Justru minta ini itu malah kelihatan banget ekhoisnya dan ga cintanya #alasan looohhh…

Pasangan yang memang cinta beneran nih, tanpa diminta pasti akan selalu ada di saat pasangannya membutuhkannya, akan selalu siap menjadi sandaran untuk pasangannya (RDA alias Rebahan di Dada Abang #eeaaaaa), tanpa dimintapun akan selalu memeluk, mencium dan memberikan kenyamanan dan rasa aman untuk pasangannya.
Dijamin jarang rusuhnya, karena sudah saling tahu dan bisa saling memahami.

Intinya menurut saya, Cinta akan merubah seseorang ke arah yang lebih baik karena Cinta adalah anugerah dari Tuhan. Dengan Cinta seharusnya kita selalu merasa bahagia dan bersyukur. Tidak ada karena cinta kita jadi sakit dan kecewa. Karena Cinta tidak mungkin mampu untuk menyakiti dan membuat kecewa.

Tapiii kalau kamu sudah di situasi tersakiti, kecewa karena (katanya) Cinta, coba dianalisa lagi, beneran ga tuh Cinta???
Mendingan sudahi saja daripada tetap bersama tetapi malah menderita dan saling menyakiti.

“Love is beautiful because it doesn’t know of violence, it is a sincere preference”

cute-love-1

Posted in Uncategorized

Masih tentang Commuter Line

Ntah kenapa ya sejak gue naik commuter line perasaan hidup gue berubah, pulang opis jadi lebih berwarna *tsaahhh dikelir.
Ada aja kejadian lucu yang gue jumpai di dalam gerbong.
Pastinya sudah sering diceritakan ya suka duka naik commuter line. Tapi buat gue yang emang belum 3 bulan naik commuter line, ini menjadi pengalaman yang mengasyikkan.
Bagi gue naik gerbong campuran atau khusus wanita sama serunya, tapi malah lebih seru di gerbong khusus wanita.

Kemarin ada kejadian yang menurut gue lucu banget di gerbong khusus wanita.
Gue lagi anteng-anteng berdiri menikmati lajunya kereta, terus ga sengaja pas gue noleh ke kiri, gue liat ibu-ibu yang duduk dipojokan dekat pintu keluar lagi sibuk ngibasin rambut mbak-mbak yang berdiri sambil nyender menyamping ke arah si ibu. Rambut si mbak tergerai panjang dan helai-helai rambutnya menari-nari di depan muka si ibu.
Akhirnya si ibu ga tahan, terus nyolek si mbak suruh benerin rambutnya biar ga menari-nari di depan mukanya. Si mbak yang ga suka di tegur langsung benerin rambutnya yang menganggu si ibu itu. Si ibu sempat tenang beberapa detik, tapi karena si mbak sebel dia ambil posisi benar-benar ngebelakangin si ibu yang akibatnya semua rambutnya ada di depan muka si ibu.
Si ibu sudah ga sanggup ngomel akhirnya dia buang muka ke arah kiri supaya terbebas dari gerai rambut si mbak. Kenapa ga dari tadi sih buu noleh ke kiri.
Gue liat kejadian itu jadi senyum-senyum sendiri. Sungguh ekhois nih si mbak. Udah tau penuh rame dan gerah, kenapa sik ga di kuncir aja tu rambut biar ga genggesin olang. Kalau situ Raisa sih ga apa-apa mamer-mamer rambut hihihihi….

Masih sehubungan dengan anggota tubuh dibagian kepala. Kali ini temen gue yang mengalami kejadian terganggu dengan mbak2 berkerudung.
Mungkin itu kerudung tidak menjadi masalah kalau gaya berkerudungnya biasa-biasa aja. Tapi berhubung ni mbak pake daleman ‘punuk onta’ (daleman bejendol tinggi kayak punuk onta itu lohhh yang banyak di jual di brother land alias tanah abang) jadi mengganggu gerak tangan temen gue. Begini ceritanyaa….

Kereta tau sendiri kan di pagi hari itu ramenya minta ampun, apalagik jam-jam sibuk. Setelah bersusah payah masuk kereta, temen gue mau menggapai pegangan tangan, dengan posisi tangan keatas pegangan, otomatis tangan temen gue membuat si konde-kondean punuk onta terkekang pergerakannya karena ditahan tangan temen gue alias si mbak ga bebas tengok kiri kanan.

Tanpa basa basi si mbak megang tangan temen gue dan geser tu tangan tanpa permisi. Temen gue ga terima tangannya maen di geser sama si mbak, akhirnya terjadilah perdebatan kecil, temen gue dengan lantang bilang,”punuk onta mbak mengganggu tangan saya!” Nampaknya si mbak ga seneng punuk onta dijadikan sasaran kritikan pedas di pagi hari. Pembalasan si mbak dilakukan pas temen gue mau turun. Si mbak dorong temen gue deh. Temen gue pun ga mau kalah, sambil sedikit nyolot tapi kalem (nahh gimana tuh nyolot tapi kalem), temen gue bilang,”Kaleemmm aja kaleeee ga usah pake dorong-dorong!” Si mbak tanpa babibu kabuuurrrr…hahahaha

Kejadian di lain hari berikutnya adalah pengusiran penumpang yang mau naik oleh penumpang yang sudah di dalam gerbong. Kejadian ini hanya terjadi di gerbong khusus wanita. Penumpang yang mau naik dari stasiun Sudirman dimarah-marahin oleh penumpang yang sudah ada didalam gerbong sebelumnya,”Jangan naik lagi dong, udah penuh tau, ntar kejepit lohhh, turun aja mbak”. Herannya kok mereka kompak banget ngelarang penumpang lain naik dengan alasan sudah penuh.

Pernah waktu itu ada ibu-ibu maksa naik sambil dorong-dorong anaknya supaya naik duluan, alhasil tu anak nangis meraung-raung sambil bilang,”mama aku kegencet,” laahhh jadi ga tega sayah liatnya. Terus si ibu diomelin sama penumpang lain, disuruh turun dengan alasan kasian anaknya tuh buuu kegencet! Akhirnya si ibu turun sambil ngomel-ngomel ga terima dipaksa turun oleh penumpang lain, dan si anak terus nangis. Padahal anaknya udah gede lohh, paling umur 9thn. Mungkin gencetan tadi membuat si anak syokh abisss… Dahsyat yaaakkk…

That’s why gue suka males naik dari stasiun Sudirman, gue takut diomelin penumpang sebelumnya. Gue kan perasaannya sensitip, kalau diomelin suka baper (bawa perasaan, tsaaahh curcol). Kalau dipikir-pikir ngapain juga kan gue dari stasiun Sudirman naik commuter line ke jurusan Tanah Abang, lalu baru dari Tanah Abang naik commuter line jurusan Bogor, jadi bolak balik kan. Tapi demi supaya ga dimarahin penumpang sebelumnya, sayah rela kok melakukannyah.

Terus pernah juga ada kejadian curcol di gerbong. Malam itu cuaca gerah banget, engap klu kata bahasa betawinyah.
Gue buru-buru naik dan ambil posisi di ujung perbatasan gerbong perempuan dan campuran. Depan gue ada eyang-eyang yang lagi sakit kakinya. Kenapa gue tau sakit kakinya, karena ni eyang pengumuman ke semua penumpang yang berada dideket dia..capeekk dehhh…
Akhirnya atas dasar sopan santun dan kasian, kaki si eyeng yang sakit itu gue tutupin pake kaki gue, posisi kaki gue persis didepan kaki si eyang. Ya kasian kan klu sampai keinjek-injek penumpang lain yang ganas-ganas.

Ternyata eh ternyata si eyang demen banget ngobrol, tau gue ada didepan dia, mulailah dia cerita-cerita dan ujung-ujungnya curcol. Cerita kenapa kakinya sakit bla bla bla, terus bilang kalau rumahnya jauh dll. Ga puas ajak gue ngobrol karena cuma nanggep sambil senyum-senyum dan iya iya doang, si eyang mulai ngajak ngomong mbak yang berdiri disamping gue. Bak gayung bersambut, ternyata si mbak disamping gue juga doyan ngoceh. Ya udah deh mereka saling menimpali dan terlibat pembicaran yang seru buat mereka berdua.

Ditengah-tengah pembicaraan dengan si mbak, tiba-tiba si eyang bilang gini,”perempuan tuh kasian ya, udah harus kerja di kantor, ngejar-ngejar kereta, belum lagi sampai rumah harus ngurus anak dan suami. Kerjaan rumah ga ada beresnya”. Laahh dia curcol, jangan-jangan pengalaman pribadi si eyang tuh.

Terus eyang nambahin lagi,”harusnya yang hamil ga usah naik kereta, menyiksa diri sendiri, coba liat kereta penuhnya kayak gini, siapa yang mau kasih duduk. Pulang aja naik kendaraan umum yang lain, nyusahin aja”. Lahhh dia protes…gimana sik si eyang. Gue cuma manggut-manggut aja tanpa nimpalin, karena kalau gue nimpalin urusan jadi panjang dan gue malam itu bener-bener capek pengen merem. Biarlah si eyang ngobrol ngalor ngidul sama mbak disebelah gue aja.

Begitulah suka duka dan duka naik commuter line. Banyak kejadian aneh-aneh tak terduga. Ini belum aja gue ceritain semua. Bisa ga kelar blog gue ini.
Belum lagi kisah ibu-ibu hamil yang selalu pengumuman,”Saya hamil saya hamil, ada tempat duduk ga.”
Saya juga hamil bu tapi bertahun-tahun yang lalu siihhh :p
Kasian kadang liat ibu hamil harus berjuang di dalam gerbong untuk mendapatkan kursi istimewa. Yah resiko dehhh…
Bisa dapet duduk di jam sibuk pulang kantor itu adalah suatu berkah tak terkira. Dan gue baru 2x mengalaminyah. Selebihnya berdiri dan digencet.

Transportasi dimari kan masih ga nyaman banget. Tapi paling ga dengan naik kereta rasa aman bisa gue dapatkan.
Selain bebas pencopet, bebas pengamen macam di P19/Metromini 610 juga terbebas dari supir yang suka ugal-ugalan.
Hati jadi tenang ga was-was karena takut tiba-tiba diturunin di pinggir jalan sama sopir yang mau muter atau males nerusin ke tempat tujuan.
Kulang ajal kann, coba lo bayangin gue diturunin di pinggir jalan dengan semena-mena sama supir P19 atau 610 dengan alasan mau muter mbaaak, atau macet mbak, naik aja bis yang dibelakang aja.
Sumpeeehhhh dahhhh gondik berat sayah dan tengsiin dong klu temen gue liat gue diturunin dipinggir jalan dari kopaja atau metro mini.

Untuk bebas pengamen, ini yang perlu gue garis bawahi, karena gue udah 3x di maki pengamen gegara ga dengerin dia nyanyi malah sibuk ngobrol ama temen gue. Lagian yaa, ngapain gue kudu dengerin tu pengamen nyanyi, artis juga bukan. Tiada hal yang menjengkelkan daripada dimaki pengamen didepan penumpang lain #trejik
Dan di kereta ga ada pengamen. Ohhh leganyaaa…

Gue sih berharap transportasi di Jakarta (khususnya) makin lama makin baik, nyaman, aman, tenang dan ber ac semua. Soale Jakarta puanaasss cooyy…

Yah ntar dah kalau ada cerita seru lagik di commuter line gue inpoh-inpoh…

comline

-pricantersiana-

Posted in Curcol IRT

Mengapa Menikah?

Mengapa orang menikah ?
Karena mereka jatuh cinta.
Mengapa rumah tangganya kemudian bahagia ?
Apakah karena jatuh cinta ?
Bukan…
Tapi karena mereka terus bangun cinta. Jatuh cinta itu gampang, 10 menit juga bisa.
Tapi bangun cinta itu susah sekali, perlu waktu seumur hidup…

Mengapa jatuh cinta gampang ?
Karena saat itu kita buta, bisu dan tuli terhadap keburukan pasangan kita.
Tapi saat memasuki pernikahan, tak ada yang bisa ditutupi lagi.
Dengan interaksi 24 jam per hari 7 hari dalam seminggu, semua belang tersingkap…

Di sini letak perbedaan jatuh cinta dan bangun cinta. Jatuh cinta dalam keadaan menyukai.
Namun bangun cinta diperlukan dalam keadaan jengkel.
Dalam keadaan jengkel, cinta bukan lagi berwujud pelukan, melainkan berbentuk itikad baik memahami konflik dan ber-sama2 mencari solusi yang dapat diterima semua pihak. Cinta yang dewasa tak menyimpan uneg2, walau ada beberapa hal peka untuk bisa diungkapkan seperti masalah keuangan, orang tua dan keluarga atau masalah sex.. Namun sepeka apapun masalah itu perlu dibicarakan agar kejengkelan tak berlarut.

Syarat untuk keberhasilan pembicaraan adalah kita bisa saling memperhitungkan perasaan. Jika suami istri saling memperhatikan perasaan sendiri, mereka akan saling melukai. Jika dibiarkan berlarut, mereka bisa saling memusuhi dan rumah tangga sudah berubah bukan surga lagi tapi neraka.

Apakah kondisi ini bisa diperbaiki ?
Tentu saja bisa, saat masing2 mengingat KOMITMEN awal mereka dulu apakah dulu ingin mencari teman hidup atau musuh hidup. Kalau memang mencari teman hidup kenapa sekarang malah bermusuhan ??
Mencari teman hidup memang dimulai dengan jatuh cinta. Tetapi sesudahnya, porsi terbesar adalah membangun cinta. Berarti mendewasakan cinta sehingga kedua pihak bisa saling mengoreksi, berunding, menghargai, tenggang rasa, menopang, setia, mendengarkan, memahami, mengalah dan bertanggung jawab.

Mau punya teman hidup ?
Jatuh cintalah….
Tetapi sesudah itu.. bangunlah cinta…Jagalah KOMITMEN awal.

1. KETIKA AKAN MENIKAH
Janganlah mencari isteri, tapi carilah ibu bagi anak2x kita.
Janganlah mencari suami, tapi carilah ayah bagi anak2x kita.

2. KETIKA MELAMAR
Anda bukan sedang meminta kepada orang tua si gadis, tapi meminta kepada TUHAN melalui wali si gadis.

3. KETIKA MENIKAH
Anda berdua bukan menikah di hadapan negara, tetapi menikah di hadapan TUHAN.

4. KETIKA MENEMPUH HIDUP BERKELUARGA
Sadarilah bahwa jalan yang akan dilalui tidak melalui jalan bertabur bunga, tetapi juga semak belukar yang penuh onak & duri.

5. KETIKA BIDUK RUMAH TANGGA OLENG
Jangan saling berlepas tangan, tapi sebaliknya justru semakin erat berpegang tangan.

6. KETIKA TELAH MEMILIKI ANAK
Jangan bagi cinta anda kepada suami/isteri dan anak Anda, tetapi cintailah isteri atau suami Anda 100% & cintai anak2x Anda masing2x 100%.

7.KETIKA ANDA ADALAH SUAMI
Boleh bermanja2x kepada isteri tetapi jangan lupa untuk bangkit secara bertanggung jawab apabila isteri membutuhkan pertolongan Anda.

8.KETIKA ANDA ADALAH ISTERI
Tetaplah berjalan dengan gemulai & lemah lembut, tetapi selalu berhasil menyelesaikan semua pekerjaan.

9.KETIKA MENDIDIK ANAK
Jangan pernah berpikir bahwa orang tua yang baik adalah orang tua yang tidak pernah marah kepada anak, karena orang tua yang baik adalah orang tua yang jujur kepada anak.

10.KETIKA ANAK BERMASALAH
Yakinilah bahwa tidak ada seorang anakpun yang tidak mau bekerjasama dengan orang tua, yang ada adalah anak yang merasa tidak didengar oleh orang tuanya.

11.KETIKA ADA ‘PIL/ Pria Idaman ℓãɪ̇ή.
Jangan diminum, cukuplah suami sebagai obat.

12.KETIKA ADA ‘WIL/ Wanita Idaman ℓãɪ̇ή.
Jangan dituruti, cukuplah isteri sebagai pelabuhan hati.

13.KETIKA MEMILIH POTRET KELUARGA
Pilihlah potret keluarga sekolah yang berada dalam proses pertumbuhan menuju potret keluarga bahagia.

14.KETIKA INGIN LANGGENG & HARMONIS
GUNAKANLAH FORMULA 7K

1.Ketakutan akan Tuhan

2.Kasih sayang

3.Kesetiaan

4.Komunikasi dialogis

5.Keterbukaan

6.Kejujuran

7.Kesabaran

Meski kita telah menikah dengan orang yang benar (tepat), tetapi kalau kita memperlakukan orang itu secara keliru, maka kita akhirnya akan mendapatkan orang yang keliru.
Kebahagiaan dalam sebuah pernikahan tidak tumbuh dengan sendirinya, melainkan harus diupayakan.
Pernikahan bukanlah tanaman bunga mekar harum semerbak yang sudah jadi. Pernikahan adalah lahan kosong yang harus kita garap bersama-sama.

Tidak cukup hanya dengan memilih dan menikah dengan orang yang tepat, tetapi jadilah pasangan yang TEPAT, yang memperlakukan pasangan kita dengan TEPAT pula.
Kita juga harus yakin kalau kita tidak salah memilih pasangan hidup. Kalau TUHAN sudah mengizinkan pernikahan itu terjadi, maka itu berarti IA mempercayakan tanggung jawab rumah tangga itu kepada kita dan pasangan kita.
Berbuatlah sesuai dengan apa yang telah engkau janjikan di hadapan TUHAN dan Imam, untuk tetap setia dan saling mengasihi dalam segala keadaan.

MENIKAH DENGAN ORANG YANG BENAR (ATAU SALAH), ITU TERGANTUNG DARI “CARA” KITA MEMPERLAKUKAN PASANGAN.

Manusia cenderung lebih pintar menilai orang lain daripada memeriksa diri sendiri, Padahal, ketika satu jari menunjuk kepada orang lain, empat jari yang lain mengarah ke diri sendiri.
Jangan suka menghakimi tetapi baiklah kita saling mengasihi.

Pernikahan adalah tiket 1x jalan, jadi pastikan bersama pasangan kita menuju tempat yang lebih baik dari saat ini.
Pernikahan adalah tempat dimana kita dituntut menjadi dewasa & salah satu tanda dewasa adalah SIAP memikul tanggung jawab.
Pernikahan bukan masalah feeling suka tidak suka, tapi tentan komitmen.
Masalah dalam pernikahan biasanya karena kita tidak memahami perbedaan pria & wanita.
Jangan tuntut pasangan untuk berubah, kitalah yang harus berubah lebih dulu.
Ingat !!
Better me = Better we.

☻ 3 kesalahan umum ☻
yang sering dilakukan suami :
A. Tidak perhatikan perasaan istri.
Laki lebih pakai logika , wanita pakai feeling.
B. Lebih fokus memikirkan solusi daripada mendengar.
Wanita biasanya ingin didengarkan, dia ingin suami merasakan apa yang dia rasakan.
C. Seringkali setelah bicara, suami pergi tanpa beri kepastian / jawaban.

☻ 3 kesalahan umum ☻
yang sering dilakukan istri :
A. Memberi petunjuk tanpa diminta.
Mungkin bagi istri menunjukan perhatian , tapi bagi suami merasa dikontrol.
B. Mengeluhkan suami d¡ hadapan orang lain.
C. Mencoba membenarkan pada saat suami melakukan kesalahan. (istri merasa lebih benar)

Selama berumah tangga,
milikiLah komitmen2x ini :
1. Komitmen untuk tetap berpacaran.
2. Komitmen memiliki sexual intimacy regularly.
3. Komitmen untuk saling membantu (jangan mengkritik pasangan).
4. Komitmen untuk punya romantic get away (liburan berdua) 5. Komitmen berkomunikasi dengan jelas (saling cerita, terbuka, jangan biasakan bilang tidak dapat apa2x bila ada apa2x, pasangan kita bukan dukun) 6. Komitmen untuk bicara hal yang baik tentang pasangan (puji pasangan) 7. Komitmen untuk jadi pribadi yang lebih sehat dari sebelumnya. (Fisik yang sehat adalah kado buat pasangan) 8. Komitmen untuk mudah mengampuni pasangan.
9. Komitmen untuk bergandengan dan berpelukan.
10. Komitmen untuk h¡dυp dalam kebenaran.

10 Hukum Pernikahan Bahagia:

1. Jangan marah pada waktu yang bersamaan.

2. Jangan berteriak pada waktu yang bersamaan.

3. Jikalau bertengkar cobalah mengalah untuk menang.

4. Tegurlah pasangan Anda dengan kasih.

5. Lupakanlah kesalahan masa lalu

6. Boleh lupakan yang lain tapi jangan lupakan Tuhan dan pasangan Anda.

7. Jangan menyimpan amarah sampai matahari terbenam.

8. Seringlah memberi pujian pada pasangan Anda.

9. Bersedia mengakui kesalahan.

10. Dalam pertengkaran yang paling banyak bicara,dialah yang salah.

Pernikahan yang bahagia membutuhkan jatuh cinta berulang-ulang dengan pasangan yang sama.

Konfliks dan perselisihan menggerus cinta perlahan-lahan seperti abrasi mengikis pantai.

Waktu atas sebuah pernikahan membuat cinta menjadi pudar, padahal asal muasal cinta begitu kuat tak terpadamkan, cinta sejati tidak bisa dibayar dengan harta benda.

Bangun pagi ini katakan kepada pasangan kita ” I LOVE YOU ” biarlah ini menjadi pupuk yang akan menyuburkan kembali cinta kepada pasangan kita.

Tujuan pernikahan bukanlah berpikiran sama, tetapi berpikir bersama.

Kenapa kita disatukan dengan pasangan kita, agar kita saling melengkapi.

Pasangan yang tepat adalah yang dapat melengkapi kekurangan kita, bukan yang sama seperti kita.

Ketahuilah! Sampai kapanpun kita tidak akan pernah bisa menemukan pasangan yang memiliki pikiran yang sama.

Ketika kita bangun pagi ini pandang pasangan kita lalu katakan “saya membutuhkan kamu tanpa kamu hidup jadi tidak sempurna”

Lalu mulailah merangkai perbedaan perbedaan dengan pasangan kita agar menjadi satu sehingga menjadi suatu kekuatan yang luar biasa.

Percayalah ! Mulai saat ini keluarga kita menjadi keluarga yang diberkati ALLAH
***

Marriage-Hands-Heart

-Copas dari milis tetangga sebelah-

Posted in Curcol IRT

Chemistry – (kata) Salma Hayek

Abis baca artikel, kata Salma Hayek adalah :

“Pasangan tidak perlu bercinta setiap hari demi memiliki pernikahan yang bahagia. Kalau dilakukan setiap hari, justru akan kehilangan pesonanya, justru penting dijaga antara suami-istri adalah chemistry. Setiap pasangan menikah, dalam pandangannya, harus terus-menerus saling mengeksplorasi satu sama lain. Jangan pernah berhenti untuk bersenang-senang, melakukan hal-hal romantis dan tertawa bersama.”

NOTED!! Salma…
Ya begitulahh kata Salma, tapi beda lagik kata kalian. Iyaaa kaann…

Semua pasangan mempunyai standard Pernikahan Bahagia masing-masing… Apapun itu ya dijalankan dan dilakukan ajahhh asal bahagia lahir batin…

Kalau kata gue sih iya bener juga si Salma… garis bawahi Chemistry….

Apakah pasangan yang sudah menikah bertahun-tahun Chemistry nya tetep ada dan terjaga??
Ntah lah hanya kalian dan Tuhan yang tahu. Kalau begitu jaga terus Chemistry-nya yaak….

chemistry_love_ crop2